Aku pun tak begitu jelas melihat wajahnya, tak seperti saat aku melihat wajah kakakku dan temanku, dia baik, cakep dan selalu membelaku, andaikan teman itu hadir dalam kehidupan yang sesungguhnya aku akan sangat bahagia, tapi didalam mimpiku itu terkisahkan kalau dia sangat sayang padaku, disisi lain temanku perempuan suka padanya, dia pun dibuat dilema oleh pilihan itu, dan aku memutuskan untuk tidak mengikatnya, aku membebaskannya untuk memilih siapa, apakah dia menerima cinta temanku atau tidak. Dan ini hanyalah mimpi !. disayangkan semua mimpi.
Meski itu mimpi aku sudah senang karena setidaknya aku mempunyai cerita dalam tidurku, yang mampu sedikit memberikan obat rinduku ini, ketimbang aku harus hidup dalam kehampaan dan begitu - begitu saja. Mimpi tetaplah mimpi yang entah kapan akan menjadi nyata. Atau semua mimpi itu tak akan menjadi nyata.
No comments:
Post a Comment